Oleh: elpiansyah | Januari 3, 2013

metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu

PROPOSAL

Nama              : ELPIANSYAH

Nim                 : 081100407

Judul             : PENGARUH PENERAPAN METODE MENGHAFAL TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU NAHWU PADA KELAS II SANTRI PONDOK PESANTREN BADRUL ULUM LAWE PENANGGALAN

 A.    Latar Belakang Masalah

            Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak muslim agar memiliki dan menguasai ilmu-ilmu agama (tafaqquh fiddin) secara mendalam serta menghayati dan mengamalkannya dengan ikhlas semata-mata ditumjukkan untuk pengabdian kepada Allah didalam kehidupannya[1]

            Untuk memahami, mendalami dan menguasai ilmu-ilmu Agama (tafaqquh fiddin) tentu kita harus mempelajari dari sumbernya yang asli, yaitu Al-qur’anul karim, hadits nabi dan kitab-kitab agama yang menjelaskan kedua sumber asli tersebut. Namun kita tahu bahwa Al-qur’an dan hadits itu menggunakan bahasa arab, demikian pula kita-kitab islam yang lain. Berkenaan dengan penegasan bahasa Al-qur’an Allah berfirman dalam surah yusuf ayat 2:

!$¯RÎ) çm»oYø9t“Rr& $ºRºuäöè% $wŠÎ/ttã öNä3¯=yè©9 šcqè=É)÷ès? ÇËÈ

Artinya: Sesungguhnya kami menurunkanya berupa Al-qur’an dengan berbahasa arab, agar kamu memahaminya.[2]

Bahasa arab adalah bahasa Al-qur’an dan hadits yang mana keduanya adalah tuntunan kepada manusia untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan, dimana keduanya adalah sumber primer hukum dalam agama islam, ajaran islam dan kandungan kedua sumber ajaran islam ini harus diamalkan.

Untuk bisa mengamalkan kandungannya terlebih dahulu haruslah difahami. Oleh karena keduanya berbahasa arab, maka haruslah dipelajari dan dikuasai ilmu tentang bahasa arab, diantaranya yaitu ilmu nahwu dan sharaf.

Selain Al-qur’an dan hadits sebagai sumber perimer ajaran islam, terdapat kitab-kitab/buku-buku yang ditulis oleh para ulama sejak masa-masa awal perkembangan islam, yang mana kitab-kitab ini merupakan khazanah ajaran-ajaran dan ilmu-ilmu tentang islam yang sebagian besar dari kitab-kitab itu ditulis dalam bahasa arab (kitab-kitab kuning / gundul). Untuk bisa memahami kandungan kitab-kitab itupun harus dikuasai ilmu tentang bahasa arab, demikian pula, untuk bisa menerjemahkan Al-qur’an, kitab-kitab hadits dan kitan-kitab tersebut kedalam bahasa Indonesia, harus dipelajari dan dikuasai ilmu nahwu dan sharaf.

Pondok pesantren selain menganggap Al-qur’an dan hadits yang keduanya berbahasa arab, umumnya juaga menempatkan kitab-kitab berbahasa arab pada posisi unggul. Kerena itu kebanyakan kitab-kitab yang disajikan, atau buku-buku yang diajar dipesantren didominasi oleh kitab-kitab yang berbahasa arab. Selain itu, referensi-referensi pengetahuan keislaman memang kebanyakan berbahasa arab. Untuk itulah maka logis jika pesantren menemakan cukup kuat perhatian terhadap ilmu-ilmu yang dianggap akan dapat menjadi alat untuk dapat membaca, mengerti, dan memahami kitab-kitab berbahasa arab tersebut. Dalam pandangan pesantren, penguasaan terhadap ilmu nahwu, sharaf dan balaghah merupakan syarat kunci untuk memahami teks-teks Al-qur’an, Hadits maupun kitab-kitab berbahasa arab.[3]

Dalam mengkomunikasikan ilmu pengetahuan agar berjalan secara efektif maka perlu menerapkan berbagai metode mengajar sesuai dengan tujuan situasi dan kondisi yang ada guna meningkatkan pembelajaran dengan baik, karena berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar ditentukan oleh metode pembelajaran yang merupakan bagian yang integral dalam system pembelajaran.[4]

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan proses belajar mengajar salah satu yang disoroti adalah segi metode yang digunakan. Sukses tidaknya suatu proses pembelajran salah satunya tergantung pada ketepatan metode yang  digunakan. Sebab metodelah yang menentukan isi dan cara mempelajari ilmu nahwu tersebut dengan baik.

Dengan demikian metode merupakan alat yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan direncanakan. Selain itu ketepatan memilih metode dalam penerapannya juga harus diperhatikan, seperti halnya penggunaan metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu.

Metode menghafal adalah kegiatan belajar santri dengan cara menghafal suatu teks tertentu dibawah bimbingan dan pengawasan seorang ustadz, para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan dalam jangka waktu tertentu. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian dihafalkan dihadapan ustadznya secara priodik atau incidental tergantung pada petunjuk gurunya tersebut.[5]

Sebenarnya untuk menguasai tugas-tugas yang diberikan yaitu menghafal materi ilmu nahwu adalah mudah, akan tetapi mudah pula untuk lupa. Sehingga banyak para santri dipondok pesantren Badrul ‘ulum tersebut masih banyak yang belum menguasai ilmu nahwu, hal ini disebabkan karena kenakalan santri yang sering tiduran dan juga sering bercerita dengan temannya sehingga lalai dengan tugas yang telah diberikan oleh ustadznya, disamping itu juga ada paktor yang dipengaruhi dari para ustadz yang masih terbatas dan juga kurang memperhatikan aktivitas santri diluar kelas. Oleh karena itu ketekunan dan keuletan sangat diperlukan, hal ini tentunya merupakan salah satu contoh kendala tersendiri yang memerlukan penyelesaian yang tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sehingga hal ini penulis tertarik untuk mengadakan penelitian, dalam hal ini lebih memfokuskan pada pondok pesantren Badrul ‘ulum. Adapun pokok pembahasannya mengenai : PENGARUH PENERAPAN METODE MENGHAFAL TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU NAHWU PADA KELAS II SANTRI PONDOK PESANTREN BADRUL ULUM LAWE PENANGGALAN.

Kajian ini akan menjadi pertimbangan para pengajar dalam kegiatan belajar mengajar dipondok pesantren khususnya bagi pengajar yang menerapkan metode menghafal.

  1. B.     Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang dan beberapa kerangka pemikiran diatas, ada beberapa permasalahan yang merupakan agenda penelitian yang akan dikaji yaitu:

  1. Bagaimana penerapan metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu di pondok pesantren badrul ‘ulum lawe penanggalan?
  2. Bagaimana prestasi santri pesantren badrul ’ulum lawe penanggalan terhadap ilmu nahwu?
  3. Apa saja kesulitan yang dihadapi oleh ustadz dalam pengajaran ilmu nahwu dengan menggunakan metode menghafal?
  4. Apa saja langkah yang dilakukan oleh ustadz dalam menghadapi kesulitan tersebut?
  1. C.    Penjelasan Istilah

Agar memberikan pemahaman yang tepat serta untuk menghindari kesalahfahaman dalam menginterpretasikan judul skripsi ini, maka perlu untuk memperjelas istilah dalam judul tersebut, juga memberikan batasan istilah. Adapun penjelasan istilah tersebut adalah :

  1. Pengaruh

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata pengaruh berarti Daya serap yang ada dari sesuatu ( Orang, Benda dsb ) yang ikut membentuk kepercayaan, watak atau perbuatan sesorang.[6] Dan pengaruh juga berarti daya kekuatan yang datang dari keadaan.[7]

Sedangkan pengaruh yang dimaksud dalam penelitian ini adalah adanya respon atau hasil yang di peroleh dari subjek penelitian setelah diterapkannya pembelajaran dengan metode menghafal yakni ada dan tidaknya perubahan  nilai atau prestasi belajar yang di peroleh peserta didik setelah diterapkannya metode menghafal ini.

  1. Penerapan

Penerapan berasal dari kata “terap” yang artinya berukir kemudian mendapat imbuhan pe-an. Sehingga kata tersebut menjadi penerapan yang berarti pemasang, pengenaan prihal memperaktekkan.[8] Dan juga penerapan berarti proses, cara atau perbuatan menerapkan.[9]

  1. Metode

Metode berasal dari kata method dalam bahasa inggris yang berarti cara. Metode adalah cara yang tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu.[10]  Oleh Mahmud yunus mengatakan metode adalah jalan yang hendak ditempuh oleh seseorang supaya sampai kepada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan perusahaan atau perniagaan maupun dalam kupasan ilmu pengetahuan dan lainnya.[11]

Jadi Metode yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Cara yang sistematis atau teratur yang diterapkan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar ilmu nahwu di pondok pesantren badrul ulum lawe penanggalan

  1. Menghafal

Kata menghafal di sini berasal dari kata  حفظا – يحفظ – حفظ yang berarti menjaga, memelihara dan melindungi[12]

Menghafal berasal dari kata hafal yang artinya telah masuk dalam ingatan tentang pelajaran atau dapat mengucapkan di luar kepala tanpa melihat buku atau catatan lain. Kemudian mendapat awalan me menjadi menghafal yang artinya adalah berusaha meresapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat.[13]

            Menghafal yang dimaksud di sini adalah menghafal ilmu nahwu yang menjadi salah satu materi pelajaran dipondok pesantren badrul ulum lawe penanggalan.

  1. Pembelajaran Ilmu Nahwu

Pembelajaran adalah kegiatan belajar mengajar yang interaktif yang terjadi antara santri sebagai peserta didik (muta’alim) dan kyai atau ustadz di pesantren sebagai pendidik (mu’alim) yang diatur berdasarkan kurikulum yang telah disusun dalam rangka mencapai tujuan tertentu.[14]

Sedangkan definisi ilmu nahwu adalah ilmu yang membahas tentang akhiran akhir struktur kalimat apakah berbentuk rafa’, nashab, jarr dan jajam.[15] Ilmu nahwu juga diartikan kaidah-kaidah yang mengenal bentuk kata-kata dalam bahasa arab serta kaidah-kaidahnya dikala berupa kata lepas dan dikala tersusun dalam kalimat.[16]

Jadi ilmu nahwu disini adalah ilmu tentang kaidah kaidah bahasa arab yang membahas tentang harkat pada akhir suatu kalimat dalam bahasa arab. Selain itu ilmu nahwu ini merupakan salah satu materi pelajaran yang diajarkan di pondok pesantren barul ulum lawe penanggalan.

  1. Prestasi Santri

Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individual atau kelompok. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)[17].

Jadi prestasi disini adalah hasil yang dicapai oleh para santri pondok pesantren badrul ’ulum setelah menerapkan metode menghafal dalam proses belajar mengajar terhadap materi ilmu nahwu.

  1. D.    Tujuan Penelitian

Dari permasalahan-permasalahan yang dipaparkan diatas, maka tujuan penelitian adalah :

  1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu di pondok pesantren badrul ‘ulum lawe penanggalan.
  2. Untuk mengetahui bagaimana prestasi santri pesantren badru ’ulum lawe penanggalan terhadap ilmu nahwu.
  3. Untuk mengetahui apa saja kesulitan yang dihadapi oleh ustadz dalam pengajaran ilmu nahwu dengan menggunakan metode menghafal.
  4. Untuk mengetahui apa saja langkah yang dilakukan oleh ustadz dalam menghadapi kesulitan tersebut
  1. E.     Telaah Pustaka

            Berdasarkan pengamatan penulis dan saat penulis mengadakan pelacakan literatur yang membahas mengenai penerapan metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu yang berbentuk skripsi penulis belum ada menemukan penelitian yang membahas hal yang sama. Sehingga dalam hal ini penulis tidak menemukan rujukan yang harus  ditelaah tentang penelitian yang terdahulu sebagai telaah pustaka.

  1. F.     Hipotesa

Hipotesis adalah merupakan jawaban sementara dari sebuah penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “ penerapan metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu dapat meningkatkan prestasi santri terhadap ilmu nahwu dipondok pesantren badrul ulum lawe penanggalan”.

  1. G.    Sistematika Pembahasan

Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang pembahasan skripsi yang ditulis oleh penulis, maka penulisan skripsi ini akan dirangkai dengan beberapa sub bab yang terdiri dari lima bab sebagai berikut :

Bab I adalah pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, penjelasan istilah, telaah pustaka, hipotesa, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab II adalah landasan teoritis yang berisikan tentang konsep metode menghafal dalam pembelajaran ilmu nahwu, konsep prestasi belajar dan pengaruh terhadap prestasi belajar.

Bab III, dalam bab ini penulis mengemukakan metode penelitian yang berkaitan dengan lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisa data  dan validitas data.

Bab IV, dalam bab ini penulis mengemukakan tentang pembahasan hasil penelitian yang berkaitan dengan gambaran umum pondok pesantren badrul ulum, penyajian dan analisis data.

Bab V adalah kesimpulan dan saran-saran yang dianggap penting.

RENCANA DAFTAR ISI

 

ABSTRAK ………………………………………………………………..…….

KATA PENGANTAR ………………………………………………….……..

DAFTAR ISI ………………………………………………………….……….

DAFTAR TABEL …………………………………………………….….……

 

BAB I                         : PENDAHULUAN …………………………………………….

  1. Latar Belakang Masalah …………………………….…..
  2. Rumusan Masalah …………………………….…………
  3. Tujuan Penelitian ……………………………….……….
  4. Penjelasan Istilah ……………………………….……….
  5. Telaah pustaka ………………………………….……….
  6. Hipotesa ………………………………………….………
  7. Sistematika pembahasan ………………………….……..

BAB II                        : LANDASAN TEORI ………………………………….……..

  1. Konsep Metode Menghafal Dalam Pembelajaran Nahwu..
  2. Pengertian Metode Menghafal Ilmu Nahwu…………..…..
  3. Dasar metode menghafal ……………………….…….
  4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Menghafal ….…..
    1. Konsep Prestasi Belajar …………………………………….
    2. Pengertian Presatasi Belajar ……………………….….
    3. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar………
      1. Pengaruh metode menghafal terhadap prestasi belajar…..

BAB III          : METODE PENELITIAN ……………………………….……

  1. Lokasi Pnenelitian ………………………………………….
  2. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Badrul Ulum.….
  3. Letak Geografis Pondok Pesantren Badrul Ulum…..….
  4. Keadaan Santri ……………………………………..…
  5. Keadaan Ustad Dan Ustazah …………………..……
  6. Keadaan Sarana Dan Prasarana ………………….…..
  7. Struktur Organisasi ……………………………….…
    1. Populasi Dan Sampel …………………………………..……
    2. Teknik Pengumpulan Data …………………………………
    3. Teknik Analisis Data …………….…………………….……

BAB IV          : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ………………………

  1. Prosedur Penelitian …………………………………….….
  2. Pembahasan ……………………….……………………….
  3. Pengujian Hipotesis ………………..……………………….

BAB V            : KESIMPULAN DAN SARAN ………………………………

  1. Kesimpulan ………………………………………………..
  2. Saran – Saran ……………………………………………..

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Desy anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Amelia, Surabaya, 2003, Cet.1

H. Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, PT. Mahmud Yunus Wadzuhryah, Jakarta, 1990, cet. II

H. Chatibul Umam, Kaidah Tata Bahasa Arab, darul ulum press, jakarta, 1990, cet. II

Mustafa Djailani, S.Sos, M.Si, Metode Penelitian Bagi Pendidik, Jakarta, PT. Multi Kresai Satudelapan,2010, cet.I

H. Mahmud, MM, Pola Pembelajaran Dipesantren, Jakarta, Departemen Agama RI, 2001

Prof. R.H.A. Soenarjo, S.H., Alqur’an Dan Terjemahannya, Jakarta, Kementerian Agama RI, 1984

Abdul Halim, Metode Pengajaran Agama Islam, Jakarta, Cipucat Press, 2002

Drs. Ah. Akrom Fahmi, Ilmu Nahwu Dan Sharaf Praktis Dan Aplikatif 1, Jakarta, PT. Raja Grapindo Persada, 2000, Cet.II

Ahmad Tafsir, Metode Pembelajaran Agama Islam, Bandung, Remaja Rosda Karya, 1995, Cet.I

PENGARUH   PENERAPAN   METODE   MENGHAFAL   DALAM

PEMBELAJARAN   ILMU  NAHWU  TERHADAP  PRESTASI

SANTRI  PONDOK PESANTREN  BADRUL ‘ULUM

LAWE PENANGGALAN

PROPOSAL

Disusun  Sebagai  Salah Satu  Syarat  Untuk  Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam Pada Jurusan

Pendidikan Agama Islam

STAISES

Oleh

ELPIANSYAH

NIM: 081100407

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SEPAKAT SEGENEP KUTACANE

TAHUN 2012

USULAN PENGESAHAN SEMINAR PROPOSAL

 

Nama                          : ELPIANSYAH

Nim                             : 081100407

Prodi / Jur      : S 1 / Pendidikan Agama Islam (PAI)

 

Judul Skripsi Yang Diajukan

  1. 1.      PENGARUH PENERAPAN  METODE MENGHAFAL DALAM PEMBELAJARAN ILMU NAHWU TERHADAP PRESTASI SANTRI PONDOK PESANTREN BADRUL ULUM LAWE PENANGGALAN

 

  1. a.      Rumusan Masalah
    1. Bagaimana Penerapan Metode Menghafal Dalam Pembelajaran Ilmu Nahwu di Pondok Pesantren Badrul Ulum Lawe Penanggalan?
    2. Bagaimana prestasi santri pondok pesantren badrul ulum lawe penanggalan terhadap ilmu nahwu?
    3. Apa Saja Kesulitan Yang Dihadapi Joleh Guru Dalam Pengajaran Ilmu Nahwu Dengan Menggunakan Metode Menghafal?
    4. Apa Saja Langkah Yang Dilakukan Oleh Guru Dalam Menghadapi Kesulitan Tersebut?

 

  1. 2.      PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MEMBINA AKHLAK ISLAMI BAGI PARA SANTRI DIPONDOK PESANTREN BADRUL ULUM LAWE PENANGGALAN.
  2. 3.     

Diketahui Oleh

Ketua

SUHARDY,S.Ag., MM

PENGARUH METODE KOMUNIKATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS II MTs BADRUL ULUM LAWE PENANGGALAN.


[1] H.mahmud, Pola Pembelajaran Dipesantren,Jakarta, Departemen Agama RI, 2001, hlm.20

[2] Soenarjo, Al-qur’an Dan Terjemahannya, Jakarta, Kementerian Agama RI,1994, hlm,348

[3] H. Mahmud, Op-Cit, hlm. 49

[4]  Abdul Halim, Metode Pengajaran Agama Islam, Jakarta, Cipucat Press, 2002, hlm. 47

[5]  H. Mahmud, Op-Cit, hlm. 100

[6]  Desy anwar, Kamus Lengkapbahasa Indonesia, Surabaya, Amelia, 2003, cet. 1, hlm. 318

[7]  Eddy soetrisno, Kamus Popular Bahasa Indonesia, Bandung, Sinergi pustaka Indonesia, cet. 1, hlm. 665

[8]  Desy anwar, Op-Cit, hlm.316.

[9]  Lukman ali, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, cet. 10, hal. 1044

[10] Ahmad tafsir, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Bandung, Remaja Rosda Karya, 1995, cet. 1, hlm. 9

[11] Armai arief, Ilmu dan metodologi Pendidikan Islam, Jakarta, Cipucat Press, 2002, cet. 1, hlm. 87

[12] Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta, PT. Mahmud Yunus Wadzuhryah, 1990, cet.II, hlm. 105

[13] Desy anwar, Op-Cit, hlm. 163

[14] H. Mahmud, Op-Cit, hlm. 73

[15] H.mahmud, Pola Pembelajaran Dipesantren,Jakarta, Departemen Agama RI, 2001, hlm.48

[16] Chatibul umam, Kaidah Tata Bahasa Arab, Jakarta, Darul Ulum Press, 1990, cet.II, hlm. 13

               [17] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1999, Cet.10, hlm. 787Image


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: